Unjuk Kekuatan Di Senayan

Mega Nggak Bisa Lagi Nahan Sabar

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menghadiri kampanye akbar capres nomor urut 03 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2/2024). (Foto: Facebook/PDIP)
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menghadiri kampanye akbar capres nomor urut 03 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2/2024). (Foto: Facebook/PDIP)

RM.id  Rakyat Merdeka – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengaku sudah nggak bisa menahan sabar lagi melihat kondisi politik Indonesia jelang Pilpres 2024. Mega pun langsung tancap gas kritik Pemerintah.

Mega bersama parpol koalisi pendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD; PPP, Hanura, dan Perindo unjuk kekuataan dengan menghadirkan ratusan ribu kader dan relawan di kampanye akbar capres nomor urut 03 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Teriknya matahari, tak menyurutkan semangat massa mendengar arahan dari Mega. Terlebih, saat mendengar pidato Mega yang berapi-api mengajak memenangkan Ganjar-Mahfud dan melawan intimidasi.

Mega tampil dengan setelan serba merah. Di atas panggung, Mega didampingi elit PDIP dan parpol koalisi Ganjar-Mahfud.

Dalam pidatonya, Mega membahas soal perbincangannya dengan anaknya; Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Kedua anaknya itu, kata dia, terus mengingatkan agar putri Bung Karno itu banyak-banyak bersabar.

“Ibu hari-hari ini, apa ya, sama Mbak Puan, ini Mas Nanan, bilangnya gini ‘mama sabar, sabar, sabar’. Ngomong sabarnya tiga kali loh,” ungkap Presiden ke-5 RI itu.

Hanya saja, kesabaran itu ada batasnya. “Tapi lama-lama kok nggak sabar ya. Karena saya nggak bisa melihat bahwa yang namanya kekuasaan itu dipergunakan untuk mengintimidasi yang sama-sama rakyat Indonesia,” sesal Mega.

Mega mewanti-wanti agar oknum aparat tak menebar intimidasi. Mega juga meminta, pendukung massa jangan takut diintimidasi.

Dia lalu mendorong Pemilu berjalan secara jurud dan adil. “Pemilihan umum langsung adalah hak rakyat, bukan kepunyaan kalian,” tegasnya.

Mega juga mengajak massa memenangkan Ganjar-Mahfud. “Menang, menang, menang, satu putaran,” teriak Mega yang diikuti para kader.

“Sanggup?” tanya Mega. “Sanggup,” jawab mereka kompak.

Tak bedanya dengan Mega. Ganjar Pranowo juga ikut membakar semangat pendukungnya. Ia menganalogikan kondisi rakyat saat ini seperti ayam yang dicabuti bulu-bulunya. Padahal, rakyat bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri.

“Kami menemukan cerita-cerita yang sangat luar biasa. Ketika ekspresi rakyat, ketika berdemokrasi, mereka menginginkan kebebebasannya. Mereka ingin menyampaikan suaranya kepada mereka yang inginkan, dan mereka bukanlah orang-orang yang takut,” cetus Ganjar.

Menurut dia, budayawan sudah berbicara, wartawan sudah menyuaran, civil society termasuk ilmuan sudah keluar kampus untuk menyatakan itu. “Ini peringatan keras buat demokrasi di Indonesia,” ajak Ganjar.

Sementara, Mahfud MD mengenang, jatuhnya kepemimpinan Soeharto. “Pak Soeharto itu luar biasa kuatnya. Semut pun tunduk sama dia. Pak Harto berbatuk, ikut berbatuk, dianggap instruksi,” tuturnya.

Kendati demikian, kekuatan yang telah dibangun puluhan tahun itu pun runtuh saat dilawan aspirasi masyarakat. “Itu yang dialami Pak Harto,” kata mantan Menko Polhukam itu.

Acara kampanye pun diisi oleh para artis ibukota. Salah satunya Slank.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, kemarahan Mega memperlihatkan dia sudah tak bisa lagi nahan kesabarannya dengan kondisi demokrasi di Indonesia.

“Kemarahan Mega pastinya akan membakar semangat daya juang kader-kader PDIP untuk memenangkan Pemilu di 2024. Pernyataan Mega selalu diikuti tegak lurus kadernya. Melipatgandakan semangat daya juang kader banteng,” pungkas Adi.https://madusekali.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*