Profil Presiden Baru Taiwan Lai Ching-te

Lai Ching-te resmi terpilih menjadi Presiden Taiwan setelah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) pada Sabtu (13/1) dengan perolehan 40,2 persen suara.
Lai berhasil mengalahkan rival utamanya, Hou Yu-ih, yang mengantongi 33,4 persen suara tepat di belakangnya.

Lai adalah presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP). Dia sebelumnya menjabat wakil presiden dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Lai Ching-te Menang Pemilihan Presiden Taiwan, Raih 40,2 Persen Suara
Presiden Baru Terpilih Taiwan Janji Jaga Negara dari Intimidasi China
AS Puji Pemilu Taiwan tapi Tak Dukung Kemerdekaan
Profil Lai Ching-te
Lai Ching-te lahir pada 1959 di Distrik Wanli, Kota New Taipei.

Dia merupakan lulusan Departemen Pengobatan Fisik dan Rehabilitasi Universitas Nasional Taiwan, Pasca Sarjana Ilmu Kedokteran Universitas Nasional Cheng Kung, dan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard.

Dilansir dari laman resmi pemerintah Taiwan, Lai memulai karier politiknya pada 1996 saat terjadi krisis Selat Taiwan. Dia meraih suara terbanyak dari Kota Tainan dalam pemilihan perwakilan Majelis Nasional tahun itu.

Sejak itu, Lai memulai misi untuk membubarkan Majelis Nasional.

Pada 1998, Lai terpilih menjadi anggota Legislatif Yuan yang mewakili Kota Tainan. Dia menjadi anggota legislatif selama empat periode berturut-turut mulai 1999 sampai 2010.

Pada 2010, saat Kabupaten Tainan dan Kota Tainan digabung menjadi Kotamadya Khusus Tainan, Lai terpilih sebagai walikota pertama hingga 2017.

Selama menjabat wali kota, Lai membangun hubungan baik dengan Jepang hingga Amerika Serikat. Karena sepak terjangnya itu, dia berhasil menduduki posisi Perdana Menteri Taiwan dari 2017 hingga 2019.

Setelah menjadi Perdana Menteri, Lai mencoba melawan Tsai Ing-wen dalam pemilihan pendahuluan presiden Partai Progresif Demokratik 2019. Namun, ia kalah dan menjadi pasangan Tsai dalam pemilihan presiden Taiwan pada 2020.

Ia lalu menjabat wakil presiden Taiwan sejak itu.

Janji atasi masalah dengan China
Dalam kampanyenya, Lai menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk bicara dengan Presiden China Xi Jinping hanya dalam posisi sederajat.

Sejak lama, Lai sudah mendesak Beijing untuk memikirkan kembali tekanannya terhadap Taiwan.

Alih-alih menyenangkan China, Lai mengatakan bakal fokus mengamankan status global Taiwan dengan memperkuat hubungan dengan AS dan negara-negara demokrasi lainnya.https://madusekali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*