Satelit Elon Musk Langsung Nyambung ke HP, Tak Butuh BTS Lagi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Starlink meluncurkan satelit baru yang bisa tersambung langsung dengan HP di seluruh permukaan Bumi. Namun, Elon Musk menegaskan fitur baru Starlink ini bukan untuk bersaing dengan operator seluler di seluruh dunia.

SpaceX akan meluncurkan enam satelit Starlink baru dalam waktu dekat. Layanan yang didukung oleh satelit baru Starlink diberi nama “Direct-to-Cell.” 

Berdasarkan informasi di situs resmi SpaceX, layanan Direct-to-Cell bertindak sebagai BTS di luar angkasa yang menyediakan akses ke fitur berkirim pesan, telepon, hingga menjelajah internet di segala jenis permukaan baik daratan maupun lautan.

Untuk memanfaatkan layanan ini, pengguna tidak membutuhkan HP khusus. Semua perangkat yang mendukung teknologi 4G LTE bisa tersambung dengan satelit Starlink tanpa harus menambah aksesori tambahan, firmware, atau aplikasi khusus.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah) mengajak Elon Musk (kiri) dalam tur ke Kibbutz Kfar Aza pada 27 November , 2023 di Kfar Aza, Israel. (Getty Images/Handout)

“Direct-to-Cell bisa bekerja dengan HP LTE yang ada saat ini di mana saja Anda bisa melihat langit,” tulis informasi di website resmi SpaceX.

Dalam unggahan di Twitter X, Starlink menyatakan bahwa misi enam satelit yang akan diluncurkan dalam waktu dekat adalah memperluas konektivitas global dan menghapus “zona mati”.

CEO SpaceX Elon Musk merespons unggahan dari SpaceX untuk memberikan rasa tenang kepada perusahaan penyedia jaringan seluler di seluruh dunia.

Dia menegaskan bahwa Starlink tidak bersaing dengan layanan seluler yang disediakan oleh para operator. Di Indonesia, layanan seluler disediakan oleh empat perusahaan yaitu Telkomsel sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo Hutchison), PT XL Axiata Tbk., dan PT Smartfren Telecom Tbk.

Menurut Musk, layanan Direct-to-Cell menyediakan konektivitas di lokasi mana saja di Bumi. Namun, satelit Starlink hanya mendukung bandwidth 7 Mb per “beam” atau pengiriman sinyal.

“Jadi walaupun ini adalah solusi luar biasa untuk lokasi tanpa konektivitas seluler, [Direct-to-Cell] tidak akan mampu bersaing dengan jaringan seluler terestrial yang sudah ada,” kata Musk. https://mauapalagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*