Konsumsi LPG 12 Kg Makin Anjlok, Tanda Kantong Warga Kian Tipis?

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi atau non Public Service Obligation (non PSO) setiap tahun terus mengalami penurunan.

Untuk diketahui, jenis LPG non subsidi tersebut yakni LPG tabung ukuran 5,5 kilo gram (kg) dan ukuran 12 kg.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan bahwa konsumsi LPG non subsidi setiap tahun terus mengalami penurunan setidaknya mencapai 10,9%.

Kondisi sebaliknya justru terjadi pada LPG subsidi tabung 3 kg yang mengalami kenaikan rata-rata 4,5% per tahun sejak 2020-2022.

“Kalau kita lihat angkanya di LPG PSO itu meningkat 4,5% dari tahun ke tahun.. Sedangkan, (konsumsi LPG) non PSO (menurun) 10,9% (per tahun), penurunan ini yang saya sampaikan ini bagi kami seharusnya tidak demikian,” ungkap Tutuka dalam acara Konferensi Pers Transformasi Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran, di Kantor Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (03/01/2024).

Berdasarkan tren penyaluran LPG PSO, prognosa volume penyaluran LPG bersubsidi 3 kg pada tahun 2023 sebesar 8,22 juta metrik ton (MT). Namun dengan adanya Transformasi Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg Tepat Sasaran, realisasinya diperkirakan bisa ditekan menjadi 8,07 juta MT, meskipun masih melebihi kuota yang ditetapkan untuk tahun 2023.

“Hal ini disebabkan karena faktor ekonomi yang terus meningkat dari sekitar 3% di tahun 2021 menjadi sekitar 5% di tahun 2023, akibat terjadinya pemulihan ekonomi pasca pandemi,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi LPG 3 kg pada tahun 2020 sebesar 7,14 juta ton, lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan sebesar 7 juta ton.

Lalu, kembali melonjak pada 2021 yang mana realisasi LPG subsidi mencapai 7,46 juta ton, lebih tinggi dari kuota sebesar 7,5 juta ton.

Sedangkan pada tahun 2022, realisasi LPG PSO kembali naik hingga 7,8 juta ton, dari kuota sebesar 8 juta ton. Dan pada 2023 lalu realisasi LPG PSO tercatat sebesar 8,07 juta ton, lebih tinggi dari kuota sebesar 8 juta ton.

Perlu diketahui, dari sisi harga, tercatat perbedaan harga cukup jauh antara harga LPG bersubsidi 3 kg dan non subsidi tabung 5,5 kg dan 12 kg.

Harga LPG 3 kg kini masih di kisaran Rp 20-25 ribu per tabung, sementara harga LPG non subsidi 5,5 kg di tingkat Agen Resmi Pertamina kini tercatat sudah sebesar Rp 90.000 per tabung dan Rp 192.000 untuk LPG 12 kg. Bahkan, di pengecer harga LPG non subsidi bisa lebih besar dari harga di agen.

Artinya, harga per kilo gram (kg) untuk tabung LPG subsidi 3 kg yakni Rp 6.667 – Rp 8.333. Sementara untuk tabung non subsidi, harga per kg bisa mencapai Rp 18.000 per kg. https://kolechai.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*