IHSG Balik Bergairah Lagi, 7 Saham Ini Jadi Penggeraknya

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan sesi I Kamis (4/1/2024), di tengah lesunya pasar saham global pada hari ini.

Per pukul 10:32 WIB, IHSG menguat 0,33% ke posisi 7.303,174. IHSG kembali menyentuh level psikologis 7.300 pada sesi I hari ini.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitaran Rp 2,9 triliun dengan melibatkan 7,9 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 459.264 kali. Sebanyak 255 saham menguat, 214 saham melemah, dan 230 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor energi kembali menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I hari ini, yakni mencapai 1,26%.

Di lain sisi, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menopang IHSG di sesi I hari ini.

EmitenKode SahamIndeks PoinHarga TerakhirPerubahan Harga
Bank Central AsiaBBCA5,199.4501,07%
Telkom Indonesia (Persero)TLKM3,563.9800,51%
Bank Rakyat Indonesia (Persero)BBRI2,995.6250,45%
Bank Mandiri (Persero)BMRI2,316.1250,41%
Astra InternationalASII2,275.6500,89%
Adaro Energy IndonesiaADRO1,852.4602,07%
Chandra Asri PetrochemicalTPIA1,605.9000,85%

Saham perbankan jumbo PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini yakni mencapai 5,2 indeks poin.

IHSG yang berbalik menguat dan kembali menyentuh level psikologis 7.300 terjadi di tengah lesunya bursa saham global.

Di bursa Asia-Pasifik pada pagi hari ini, secara mayoritas melemah. Per pukul 10:16 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang ambles 1,24%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,55%, Shanghai Composite China merosot 0,86%, Straits Times Singapura terkoreksi 0,72%, ASX 200 Australia terpangkas 0,29%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,76%.

Sedangkan untuk bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin juga melemah. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,76%, S&P 500 terkoreksi 0,8%, dan Nasdaq Composite ambles 1,18%.

Investor di global cenderung melakukan aksi profit taking karena mereka bimbang akan seberapa cepat pemangkasan suku bunga acuan diberlakukan.

Hal ini karena hanya sedikit informasi yang diberikan oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam risalah pertemuan Desember lalu terkait kapan penurunan suku bunga akan dimulai.

Menurut hasil risalah FOMC minutes terbaru, mayoritas pejabat the Fed mempertimbangkan apakah kebijakan “kemungkinan besar saat ini berada pada atau mendekati puncaknya” seiring dengan melambatnya inflasi dan dampak kenaikan suku bunga tampaknya berjalan sesuai rencana.

Namun, mereka tetap sedikit optimis bahwa The Fed benar-benar akan memangkas suku bunga acuannya. Berdasarkan perangkat FedWatch CMEGroup, menunjukkan pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 67% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada Maret 2024.

Selain itu, Dokumen “dot plot menunjukkan partisipan memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga dalam tiga tahun ke depan untuk membawa inflasi ke target sasaran 2%.

“Dalam proyeksinya, semua partisipan mengindikasikan adanya perbaikan dalam outlook inflasi. Baseline proyeksi mengindikasikan jika suku bunga yang lebih rendah akan tepat pada akhir 2024,” tulis FOMC. https://lakbanhitam.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*